TANJUNG REDEB - Masyarakat Gang Bahtera, Jalan Murjani II, Tanjung Redeb, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat, pada Rabu (27/4) sekira pukul 19.30 Wita. Menurut Lurah Karang Ambun Arif Mulyono, jenazah tersebut diduga sudah meninggal lebih dari 2 hari.

Dikatakan Arif, awalnya dirinya mendapatkan laporan dari ketua RT setempat. Setelah itu, dirinya menghubungi pihak Polres Berau dan juga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, guna melakukan evakuasi. “Saat ditemukan, jenazahnya sudah membengkak,” ucapnya.

Belakangan diketahui identitas jenazah tersebut bernama Sabaruddin (61), mantan ketua RT di lingkungan tersebut. Dijelaskan Arif, korban tinggal bersama anaknya. Namun anaknya jarang pulang karena bekerja.

“Saat ditemukan anaknya juga bingung kenapa bisa keadaannya seperti ini,” ujarnya. Sementara itu, Marlina Nur, tetangga korban menuturkan, korban terakhir kali terlihat pada Senin (25/4) sore. Setelah itu korban tidak pernah terlihat lagi. Menurut Marlina, korban memang diketahui memiliki riwayat penyakit.

“Jadi korban ini tinggal sendirian, karena anaknya jarangnya pulang. Karena bekerja kan,” ucapnya. Marlina melanjutkan, korban pertama kali ditemukan oleh anak angkatnya. Karena anak angkatnya memang kerap mengunjunginya. “Anak angkatnya juga kaget, saat diketuk pintu tidak ada respons. Kemudian setelah diintip, korban sudah ditemukan dalam posisi telentang,” katanya.

“Jadi anak angkatnya itu yang ke rumah, melaporkan kejadian itu,” sambungnya.

Terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Berau Iptu Suradi mengatakan, pihaknya menerima laporan dari Ketua RT 3 Karang Ambun, dan langsung bergegas untuk melakukan olah TKP dan juga visum jasad korban.

“Jadi identitas korban Sabaruddin, usia 61 tahun, beliau merupakan pensiunan PNS,” katanya.

“Perkiraan sudah 2 hari meninggal, karena korban sudah ada pembengkakan,” tambahnya.

Dijelaskan Suradi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Dugaan sementara, korban meninggal karena sakit. “Di TKP ditemukan beberapa jenis obat, dan anak korban mengatakan, bawah orangtuanya memiliki riwayat penyakit paru-paru,” pungkasnya. (hmd/udi)