TANJUNG REDEB – Dalam peringatan International Worker’s Day atau May Day, manajemen PT Bukit Mandiri Makmur Utama (Buma) bersama dengan serikat buruh, menggelar aksi berbagi untuk masyarakat lingkar tambang. Aksi tersebut sendiri dilaksanakan pada 1 Mei 2022 lalu, tepat saat peringatan Hari Buruh Internasional tersebut.

Untuk diketahui, May Day secara langsung diresmikan International Workingmen's Association pada 1989. Berkaca dari peristiwa lapangan Haymarket yang terjadi tiga tahun sebelumnya. Hari Buruh Internasional menjadi momentum kesejahteraan sosial dan ekonomi pekerja.

Dalam aksi berbagi tersebut, diikuti perwakilan serikat buruh yakni PUK SPKEP SPSI, UKS SPTB, dan PK SBSI. Kemudian PK FBI, serta PK FKUI, juga PPMI. Agenda tersebut bertajuk ‘Together We Can’. Filosofi dari tema yang diangkat yakni, setelah pandemi, kebersamaan itu penting, dan dengan bersama, bisa melakukan apa saja, untuk membantu Berau dalam memulihkan perekonomiannya.

Superintendent Industrial Relations Buma, Sucipto, menjelaskan pihaknya mengadakan bakti sosial, memberikan sembako, serta bantuan material bangunan kepada masyarakat dan pekerja perusahaan di sembilan kampung lingkar tambang PT Buma.

“Peringatakan May Day, kita bersama membantu masyarakat lingkar tambang. Selain itu, momen ini juga untuk mempererat silaturahmi,” ucapnya.

Di momen tersebut juga, PT Buma memberi bantuan perangkat ibadah seperti sajadah, Alkitab, dan Alquran, kepada rumah-rumah ibadah seperti masjid dan gereja di area lingkar tambang. Sucipto melanjutkan, hal tersebut dilakukan karena Hari Buruh Internasional bertepatan dengan akhir Ramadan. Ia mengaku berterima kasih kepada seluruh pekerja yang telah berkontribusi untuk Buma.

“Ini wujud harapan kita agar bisa semakin bersinergi untuk memajukan perusahaan sebagai periuk nasi bersama. Saya memberi hormat setinggi-tingginya kepada para pekerja,” ucapnya.

Sucipto melanjutkan, peringatan May Day di tahun-tahun sebelumnya, juga selalu diperingati PT Buma dan serikat buruh dengan berbagi. Tidak hanya dilakukan di sekitar tambang Buma Binsua, namun Buma Lati juga turut serta dalam kegiatan ini. “Kita ingin hadir di tengah-tengah masyarakat,” paparnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua SPKEP SPSI Bingungan, Soleman, menjelaskan secara hakiki, May Day merupakan peringatan perjuangan kelas buruh untuk memperjuangkan kondisi sosial dan hak-hak pekerja. Selain berguna sebagai salah satu upaya untuk menegakkan semangat tersebut. Ia menilai upaya bakti sosial dan berbagi yang dilakukan Buma dan serikat pekerja juga berfungsi untuk membantu sesama.

“Khususnya bagi masyarakat yang kurang mampu,” katanya. (adv/hmd/udi)