TANJUNG REDEB – Dua warga Berau yang baru melakukan perjalanan, terkonfirmasi positif Covid-19. Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau Iswahyudi, kedua warga tersebut, baru tiba di Berau usai mudik lebaran di Pulau Jawa. Sehingga kasus aktif di Berau hingga kemarin, bertambah menjadi tiga kasus aktif.

Dijelaskan Iswahyudi, kedua warga asal Kecamatan Tanjung Redeb dan Segah tersebut, dinyatakan terkonfirmasi usai melakukan tes antigen dilanjutkan dengan polymerase chain reaction (PCR) kemarin (9/5). Namun Iswahyudi memastikan, walau ada dua pelaku perjalanan terkonfirmasi, belum bisa dikatakan sebagai klaster Idulfitri. “Kita screening, hasilnya masih mereka berdua yang terpapar,” ujarnya.

Iswahyudi melanjutkan, pihaknya sudah ketat dalam penjagaan penularan Covid-19, khususnya bagi para pelaku perjalanan. Sehingga pendeteksian dini terus dilakukan, agar tidak cepat menyebar ke mana-mana.

Kedua warga tersebut juga tidak menunjukkan gejala apapun, sehingga hanya diminta untuk melakukan isolasi mandiri. Tidak menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai. “Tanpa gejala, kondisinya normal,” paparnya.

Ia melanjutkan, dengan tambahan dua kasus tersebut, membuktikan bahwa Covid-19 belum hilang sepenuhnya. Sehingga masyarakat tetap diminta waspada terhadap penularan Covid-19. Disinggung mengenai kemungkinan hepatitis misterius, Iswahyudi menyebut, memang ada gejala yang nyaris sama. Namun tetap ada perbedaan signifikan, seperti fungsi hati yang tidak normal, diare, hingga urine berwarna lebih cokelat.

“Berbeda dengan Covid-19, kita juga lakukan uji lab,” jelasnya. Dikatakan, gejala Covid-19 lebih menyerang saluran pernapasan. Sedangkan hepatitis lebih kepada fungsi hati. Dan biasanya dilakukan uji darah kepada pasien untuk pendeteksian dini. “Inyinya, Covid-19 belum hilang, indikasinya masih ada. Masyarakat tetap diminta menjaga kebersihan, serta tetap prokes,” pungkasnya. (hmd/udi)