TANJUNG REDEB - Sampah selalu jadi  persoalan, termasuk di Kabupaten Berau. Terlebih pada momen Ramadan dan Idulfitri, volume sampah di UPT Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bujangga mencapai 75 ton per hari.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, Sujadi mengatakan, memang ada peningkatan volume sampah pasca-lebaran ini. Jika hari biasa sekitar 70 ton per hari, pasca-lebaran ada kenaikan menjadi 75 ton per hari.

"Memang tak begitu signifikan, tapi tetap ada penambahan volume sampah," ujar Sujadi, (9/4).  Ditambahkan Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan LB3, Anwar, meski peningkatan volume sampah tidak signifikan, tetapi menurutnya tetap menjadi persoalan. Terlebih saat ini alat berat untuk mendorong atau meratakan sampah mengalami rusak total. Sehingga sampah di TPA menumpuk di bagian depan.

"Jadi alat untuk mendorong sampah ke belakang kondisinya kini dalam keadaan rusak, sehingga kelihatan tumpukan sampah menggunung tinggi," jelas Anwar.

"Jika kondisi alat berat kami dalam keadaan bagus, tentu saja sampah bisa diratakan sampai ke belakang," sambungnya. Sementara itu, Pejabat Fungsional Sub Koordinator Pengelolaan Sampah DLHK Berau, Helmi menerangkan, dari 4 alat berat di TPA Bujangga total yakni ekskavator dan bulldozer, tetapi sekarang ini hanya satu ekskavator yang beroperasi. "Satu alat bulldozer kita sedang diperbaiki, dan sisanya juga ditargetkan tahun ini," kata Helmi.

Dijelaskannya, tahun ini pihaknya sudah mengusulkan pengadaan bulldozer baru senilai Rp 4 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menurutnya, perbaikan dan pengadaan bulldozer memang sangat penting. Mengingat petugas kebersihan selalu mengangkut sampah hinggga 70 ton setiap harinya.

"Apalagi melihat kondisi TPA Bujangga yang juga sudah overload. Rata-rata sampah berasal dari 4 kecamatan terdekat, yakni Tanjung Redeb, Sambaliung, Gunung Tabur, dan Teluk Bayur," bebernya.

Diakuinya, sebenarnya sampah itu berasal dari taman-taman kota. Sementara alat yang beroperasi di TPA Bujangga ini hanya satu ekskavator saja, sehingga membuat pihaknya cukup kesulitan juga untuk mendorong sampah-sampah yang masuk. Tapi saat ini DLHK Berau sudah berupaya mencanangkan program pemilahan sampah melalui 3 R (Reuse, Recycle, Reduce).

"Tahapnya segera disosialisasikan kembali kepada masyarakat, agar dapat mendaur ulang sampah yang masih bisa terpakai," tegasnya.

Kendati demikian, Helmi berharap, melalui revitalisasi dan penambahan alat berat ini pengolahan sampah di TPA Bujangga dapat tertata dan dikelola, sehingga tidak terjadi penumpukan. "Tapi supaya sampah bisa tetap terkelola dengan baik, kita hanya bisa memaksimalkan alat berat yang ada," tutupnya. (mar/har)