TANJUNG REDEB  – Sejak Minggu (8/5) beberapa hari ke depan Kabupaten Berau diprediksi akan diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Hal tersebut disampaikan Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Berau, Suryadi.

Kondisi itu disebutnya terjadi akibat sirkulasi siklonik di wilayah Indonesia termasuk di Berau, yang mengakibatkan turunya hujan dengan volume yang tinggi disertai angin kencang. “Kita sudah keluarkan imbauan dini cuaca yang sudah disebar ke beberapa media sosial milik kita (BMKG, red),” ujarnya kepada awak media,(9/5).

Kondisi atmosfer yang masih labil pada skala lokal katakan, mampu meningkatkan potensi konvektif kuat yang menyebabkan pembentukan awan hujan menjadi lebih intensif di beberapa wilayah Indonesia. Akibatnya, menimbulkan potensi hujan sedang maupun lebat.

“Jadi sejak hari Minggu (8/5) lalu sudah kita berikan peringatan kepada masyarakat tentang cuaca yang sedang dihadapi ini,” tambahnya. “Tapi cuaca ini sifanya susah ditebak, nanti jika memang masih terjadi lebih dari tiga hari akan kami beri beri tahu kembali,” sambungSuryadi.

Dengan adanya kondisi seperti saat ini, dirinya tetap mengimbau kepada para nelayan yang ada di pesisir selatan Berau dan beberapa wilayah lainnya untuk tetap waspada. Perhatikan lebih dulu kondisi cuaca sebelum berlayar mencari ikan. “Jika terjadi gumpalan awan hitam saya meminta kepada nelayan untuk bisa menunda untuk ke laut, ditakutkan terjadi hujan besar dan angin kencang,” katanya.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada periode pancaroba (hujan secara sporadis, lebat dengan durasi singkat, disertai petir dan angin kencang, bahkan hujan es. "Karena hal ini berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung. Trutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi," pungkasnya. (aky/sam)