TANJUNG REDEB – Pembangunan gedung pariwisata di Jalan Pulau Derawan, Tanjung Redeb, sudah mangkrak sejak 2017 lalu.

Asisten II Setkab Berau Agus mengungkapkan, tidak dilanjutkannya pembangunan gedung yang akan digunakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, karena terbentur persoalan anggaran. Untuk melanjutkan pembangunannya, pihaknya akan menambah fungsi gedung tersebut sebagai pusat informasi pariwisata, agar dapat dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Kaltim.

“Jadi bukan dialihkan, tapi dengan nomenklatur (pusat informasi pariwisata) itu, kita masih bisa meraih dana dukungan dari provinsi. Karena tidak ada jalannya kalau provinsi mau bangunkan gedung pemerintahan untuk kabupaten,” jelasnya kepada media ini kemarin (10/5).

Ia melanjutkan, pihaknya juga telah melakukan pembahasan terkait hal tersebut bersama lembaga legislatif. Diperkirakan, untuk menyelesaikan bangunan bertingkat tersebut, masih membutuhkan anggaran hingga puluhan miliar.

Diakui Agus, di tahun anggaran 2022 ini, pembangunan gedung tersebut belum bisa dilanjutkan. Karena memang belum teranggarkan. Termasuk di penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2022 nanti, Agus juga menyangsikannya. “Karena kalau mau dianggarkan di perubahan, waktunya yang pendek. Beda membangun jalan dengan membangun gedung. Kalau jalan dalam waktu dua minggu bisa langsung diaspal. Berbeda dengan membangun gedung yang tidak bisa dilakukan secara singkat, karena memerlukan proses panjang,” bebernya.

Agus menyebut, tahun 2023 nanti pihaknya akan mengupayakan lagi. Apabila masih tidak berhasil mendapatkan Bantuan Keuangan (Bankeu) provinsi, pihaknya akan mengupayakannya menggunakan APBD Berau. Pasalanya pembangunan gedung tersebut merupakan aset pemerintah kabupaten, walaupun dana awal pembangunannya memang berasal dari Bankeu provinsi.

“Bankeu merupakan batang tubuh dari APBD kabupaten, berbeda dengan APBD provinsi yang mekanismenya harus hibah dulu,” ucapnya.

Ia menegaskan, pihaknya akan terus mendorong agar secepatnya pembangunan gedung tersebut bisa terselesaikan dan dapat berfungsi maksimal, guna mendukung kemajuan pariwisata di Bumi Batiwakkal.(hmd/udi)