TANJUNG REDEB – Keluhan Kepala Kampung Payung-Payung terkait banyaknya titik yang sudah rusak direspons Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Junaidi.

Katanya, berbaikan jalan yang di Kecamatan Maratua sudah dianggarkan pihaknya tahun ini. “Jadi memang di tahun ini ada perbaikan jalan di Kecamatan Maratua. Sesegara mungkin akan dilakukan perbaikan,” katanya, Selasa (10/5).

Dijelaskannya, perbaikan jalan di sana bersumber dari Bantuan Keuangan (Benkue) provinsi. Sehingga harus ada persyaratan yang dilakukan untuk melakukan perbaikan tersebut. “Jadi memang harus ada syarat dan kita menunggu finalnya lagi, untuk melakukan perbaikan jalan tersebut,” jelasnya.

Untuk memperbaikinya, pihaknya sebenarnya mengajukan anggaran senilai Rp 5 miliar, namun yang direalisasikan hanya Rp 2,4 miliar saja.

Bahkan disebutnya, dalam anggaran nanti bukan hanya sekadar memperbaiki jalan yang berlubang saja, tapi juga akan dilakukan pelebaran jalan di beberapa titik jalan. “Pelebaran jalannya di di Kampung Bohe Silian,” sebut Junaidi.

Melihat proses saat ini, dia memperkirakan pengerjaan akan dimulai pada Juni nanti, jika tidak ada kendala ditargetkan pekerjaan itu akan selesai pada November nanti.

“Jadi untuk masyarakat saya minta bersabar, karena mekanismenya juga sedang berjalan untuk melakukan perbaikan dan pelebaran ruas jalan ini, kemungkinan Juni nanti akan segera dilakukan pengerjaan,” tandasnya.

Lanjutnya, jalan itu sudah berumur tujuh tahun, yakni selesai dikerjakan pada 2015 lalu. Dengan umur itu memang menurutnya sudah layak untuk dilakukan perawatan.

Meski tidak ada kendaraan berat yang melintasi jalan tersebut menurutnya, tak menjadi patokan jalan akan menjadi lebih awet.

Katanya, permukaan jalan di sana memang sudah aus dan terjadinya genangan itu bisa mengakibatkan jalan tersebut menjadi cepat berlubang. Sehingga, meski hanya dilalui oleh kendaraan pribadi jalan akan cepat mengalami kerusakan.

Apalagi disebutnya, sejak beberapa tahun terahir sudah banyak resor yang berdiri di Pulau Maratua, sehingga aktivitas lalu-lalang kendaraan juga semakin tinggi, dan itu juga menjadi sebab terjadinya kerusakan jalan.

“Meski kendaraan umum, tetapi banyak juga yang membawa barang dan aktivitas kendaraan juga tinggi karena pertumbuhan penginapan yang banyak,” bebernya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Kampung Payung-Payung Rico, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau bisa kembali meninjau kondisi jalan yang ada dan segera memperbaiki lagi jalan yang sudah berlubang di ruas jalan Kampung Payung-Payung.

Menurutnya, perbaikan jalan itu cukup penting untuk dilakukan, selain karena kampungnnya memang menjadi salah satu pintu masuk wisatawan khususnya via udara, perbaikan tentu untuk memberi rasa nyaman dan aman bagi siapapun yang melintas.

“Sudah banyak jalan yang rusak dan berlubang. Saya dan masyarakat di sini tentu berharap kerusakan bisa segera diperbaiki,” ujarnya kepada Berau Post, Minggu (8/5) lalu.

Apalagi disebutkannya juga, selama bermunculannya lubang-lubang itu tak jarang pengendara mengalami kecelakaan. Kondisi itu juga diperparah jika malam hari, karena di sepanjang jalan memang tanpa ada penerangan jalan umum (PJU) sehingga kondisinya cukup gelap.

“Tentu hal yang seperti ini (kecelakaan, red) yang sangat kita hindari, apalagi jika itu dialami wisatawan karena tidak hapal di mana aja jalan yang rusak. Takutnya kondisi itu bisa merusak kesan wisatawan untuk datang atau merekomendasikan teman-temannya untuk ke Maratua lagi,” sebutnya. (aky/sam)