TANJUNG REDEB – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bujangga yang berada di Jalan Sultan Agung menerima sebanyak 70-75 ton sampah setiap harinya. Adanya hal tersebut juga menjadi perhatian dari Komisi II DPRD Berau yang menyoroti kapasitas luas lahan yang ada di TPA.

Dijelaskan Anggota Komisi II DPRD Berau, Falentinus Keo Meo, adanya tumpukan sampah yang terjadi di TPA Bujangga itu menjadi keluhan dari masyarakat sekitar. Pasalnya, aroma dari sampah tersebut sampai saat ini masih terus tercium oleh masyarakat. “Terkait TPA ini masih mejadi keluhan dari masyarakat, karena aroamanya yang keluar,” terangnya kepada awak media kemarin (10/5).

Falentinus juga menjelaskan penumpukan ini terjadi karena kerusakan alat pendorong untuk meratakan sampah. Sehingga, bau yang ditimbulan kembali tercium hingga ke luar. “Ternyata ada kerusakan alat yang mempersulit petugas dalam meratakan sampah, sehingga bau yang ditimbulakan kembali terjadi,” jelasnya.

Menurutnya kerusakan alat itu juga sudah terjadi sejak lama. Menurutnya, itu harus menjadi perhatian dari instansi terkait untuk bisa melakukan perbaikan atau perawatan alat yang rusak tersebut. Sehingga sampah yang masuk bisa segera teratasi. “Jangan berlarut-larut. Kami meminta instansi terkait untuk bisa memberbaiki jika memang ada kerusakan,” tegasnya.

Jika tidak segera diatasi, menurutnya sampah tersebut akan terus menupuk. Apalagi, saat ini setiap harinya sampah yang masuk mencapai 70-75 ton. “Jadi saya meminta agar segera ada tindak lanjutnya, agar sampah yang masuk juga bisa segera teratasi,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan LB3, Anwar,  menjelaskan saat ini alat berat untuk mendorong atau meratakan sampah mengalami rusak total. Sehingga sampah di TPA menumpuk di bagian depan. "Jadi alat untuk mendorong sampah ke belakang kondisinya kini dalam keadaan rusak, sehingga kelihatan tumpukan sampah menggunung tinggi," jelas Anwar.

"Jika kondisi alat berat kami dalam keadaan bagus, tentu saja sampah bisa diratakan sampai ke belakang," sambungnya.

Sementara itu, Pejabat Fungsional Sub Koordinator Pengelolaan Sampah DLHK Berau, Helmi menerangkan, dari 4 alat berat di TPA Bujangga total yakni ekskavator dan bulldozer, tetapi sekarang ini hanya satu ekskavator yang beroperasi. "Satu alat bulldozer kita sedang diperbaiki, dan sisanya juga ditargetkan tahun ini," kata Helmi.

Dijelaskannya, tahun ini pihaknya sudah mengusulkan pengadaan bulldozer baru senilai Rp 4 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menurutnya, perbaikan dan pengadaan bulldozer memang sangat penting. Mengingat petugas kebersihan selalu mengangkut sampah hinggga 70 ton setiap harinya.

"Apalagi melihat kondisi TPA Bujangga yang juga sudah overload. Rata-rata sampah berasal dari 4 kecamatan terdekat, yakni Tanjung Redeb, Sambaliung, Gunung Tabur, dan Teluk Bayur," bebernya.(aky/har)