TANJUNG REDEB - Penyelenggaraan pemilihan Duta Pariwisata Nasional 2022 terancam batal dilaksanakan di Bumi Batiwakkal. Hal itu dibenarkan Kabid Bina Nilai Budaya dan Seni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau.

Dia mengatakan, wacana Berau menjadi tuan rumah pemilihan Duta Pariwisata Nasional 2022 hingga kini belum ada kejelasan. Beberapa waktu lalu, pihaknya telah mengadakan pertemuan dengan Yayasan Abhya Parama Mavendra sebagai penyelenggara pemilihan Duta Pariwisata Nasional. Dari situ, diketahui anggaran yang tersedia masih jauh dari yang dibutuhkan.

"Setelah ditinjau, ternyata kesiapan kita terbatas, hanya sekitar Rp 500 juta. Sedangkan anggaran yang dibutuhkan cukup besar, karena ini event nasional. Berdasarkan rincian kebutuhan diperkiraan mencapai Rp 3,5 miliar," ucapnya.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak bisa sembarangan menggunakan anggaran dan harus jelas tujuan dan peruntukannya. Apalagi yang menyelenggarakan pemilihan Duta Pariwisata Nasional adalah yayasan non pemerintah. Karena itu, dirinya belum bisa memastikan event nasional ini dapat digelar atau tidak sesuai dengan rencana awal.

"Setelah kami cek ternyata di MoU itu tidak terantum pemerintah daerah," jelasnya.

Ia mengaku, awalnya Disbudpar Berau tidak mengetahui Berau menjadi tuan rumah pemilihan Duta Pariwisata Nasional. "Awalnya kita tidak mengetahui bahwa wakil bupati yang meminta diadakan di Berau," tuturnya.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya diminta untuk memperbaharui MoU, dan ini sedang ditinjau oleh bupati. Apabila sesuai dengan rencana awal, pemilihan Duta Pariwisata Nasional 2022 akan digelar November mendatang.

"Kalau bisa jangan sampai batal karena kita yang meminta digelar di sini (Berau)( daerah lain banyak yang ingin tetapi kita yang diberi kesempatan," jelasnya.

"Kita lihat sekarang sudah Mei. Persiapan tentunya harus dikebut, sedangkan saat ini belum ada kepastian," imbuhnya. (hmd/har)