TANJUNG REDEB – Jembatan Sambaliung akan mendapat perbaikan. Sehingga akses darat satu-satunya yang menghubungkan Tanjung Redeb dengan Sambaliung dan lima kecamatan pesisir selatan tersebut, akan ditutup total.

“Benar jembatan itu akan diperbaiki dalam waktu dekat ini,” ujar Bupati Berau Sri Juniarsih kepada awak media kemarin (12/5).

Dikatakan bupati, perbaikan jembatan yang akan dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum Kaltim, harus lebih dulu mencari akses alternatif sebagai pengganti akses melalui Jembatan Sambaliung. “Kami (Pemkab Berau, red) diminta mencari jalan alternatifnya,” terangnya.

Untuk akses alternatif tersebut, pihaknya sudah memiliki opsi. Namun bukan melalui akses darat. Melainkan menyeberangi Sungai Kelay. Melalui Jalan Diponegoro menyeberang ke Jalan Limunjan, Kecamatan Sambaliung.

“Penyebranan nanti memaki kapal LCT (Landing Craft Tank) selama jembatan diperbaiki,”katanya.

Berapa lama jembatan ditutup total? Juniarsih belum bias memastikannya. Termasuk apakah kendaraan yang akan menyeberang menggunakan LCT dikenakan biaya atau digratiskan. “Nanti kita rapatkan bersama instansi terkait,” jelasnya.

Diharapkannya, perbaikan jembatan tersebut bisa segera dilaksanakan dan diselesaikan tepat waktu. “Semoga pengerjannya nanti cepat, sehingga masyarakat tidak lagi susah untuk menyebrang,” harapnya.

Diwartakan sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, menuturkan rencana perbaikan Jembatan Sambaliung dan Jembatan Talisayan memang sudah menjadi target pihaknya. “Sesegera mungkin akan kita lakukan,” katanya saat diwawancara Februari lalu.

Untuk perbaikan Jembatan Sambaliung, Pemprov Kaltim mengalokasikan anggaran senilai Rp 20 miliar, sementara Jembatan Talisayan sebesar Rp 2 miliar.

Aji menyebut, selain melakukan perbaikan jembatan, pihaknya juga melakukan perbaikan jalan akses ke pesisir selatan Berau yang merupakan proyek lanjutan.(aky/udi)