TANJUNG REDEB – Banjir di Kampung Tumbit Melayu dan Tumbit Dayak yang terjadi beberapa waktu lalu merugikan para petani, karena tanamannya disapu oleh banjir. Keluhan itu pun direspons Bupati Berau, Sri Juniarsih.

Dia mengaku sudah mendapat informasi soal kondisi itu, dan pihaknya juga sudah pantau musibah di sana. “Saya selalu mengatakan kepada mereka (kepala kampung, red) agar bisa terus update terkait perkembangan di kampungnya tersebut,” ujarnya kepada Berau Post Kamis (12/5).
Menurutnya karena banyaknya keluhan dari para petani terkait kerugian yang dialami akan segera pihaknya evaluasi. Dalam arti, akan membantu dengan melakukan koordinasi bersama pihak-pihak terkait dalam hal ini perusahaan, agar bisa membantu para petani tersebut.
Bupati memastikan kalau pemerintah selalu memikirkan apapun hal yang sekiranya bisa membantu masyarakat. “Intinya adalah komunikasi, dan saya selalu meminta kepada apartaur kampung dan camat juga bisa langsung menyampaikan apa yang menjadi keluhan dari masyarakat, agar hal tersebut bisa dicari jalan keluarnya,” tegas dia.
Dengan komunikasi yang baik, maka semua akan bisa segera teratasi termasuk dengan keluhan masyarakat yang lain, bukan hanya di Kampung Tumbit Dayak dan Tumbit Melayu, tapi juga di kampung-kampung lainnya.
“Bukan kita tidak peduli, tetapi kita juga sedang berupaya semaksimal mungkin,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Saiful, salah satu petani di Kampung Tumbit Dayak, mengaku mengalami kerugian akibat banjir yang kembali melanda kampungnya. Padahal, ujar dia, tanaman-tanaman di kebunnya hanya tinggal menunggu beberapa hari lagi untuk dipanen.
“Semua tanaman sudah rebah, mulai dari cabai, terong, yang lain-lainnya, habis semua. Gagal semua dipanen. Rugi banyak kami,” ungkapnya. (aky/sam)