TANJUNG REDEB – Kebakaran terjadi pada Jumat (13/5) sekira pukul 13.30 Wita, menghanguskan bangunan 12 pintu di kawasan Jalan Ramania, Tanjung Redeb. Kebakaran ini diduga akibat korsleting listrik.

Menurut salah satu penghuni bangsalan tersebut, Ismail, saat kejadian dirinya baru saja selesai makan siang, hendak keluar rumah, namun melihat asap sudah mengepul pada bagian tengah bangsalan. Sontak saja, ia meminta bantuan kepada warga sekitar untuk memadamkan si jago merah tersebut.

“Kami hanya berdua saja, saya yang paling depan, dan ada satu perempuan di ujung sana,” ujarnya.

Dia menyebut, api berasal dari kamar yang kosong. Yakni pada bagian tengah, ia menduga kebakaran terjadi karena korsleting listrik. Sebab baik dirinya maupun penghuni bangsalan lainnya tidak sedang memasak.

“Tidak ada (ledakan, red), tiba-tiba asap sudah tebal dan api membesar,” bebernya.

Diakuinya, ia hanya sempat menyelamatkan beberapa pakaian dan dokumen penting yang memang ia simpan dalam tas. Sedangkan barang berharga lainnya ludes terbakar. “Saya tinggal sama istri, tidak sempat lagi menyelamatkan barang-barang lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua RT 7 Kelurahan Gayam, Sukaji, menyebut sebenarnya bangsalan tersebut sudah ditutup pemiliknya beberapa waktu lalu. Namun baru-baru ini kembali dibuka, sehingga pihaknya masih sulit melakukan pendataan siapa penghuninya.

“Saya tidak tahu berapa orang di dalam situ, tapi itu bangsalan 12 pintu,” katanya.

Ia mengatakan, bangunan yang terbuat dari kayu, memang sudah tidak layak untuk dijadikan kontrakan. Diakuinya, pemilik kontrakan tidak menempati bangunan tersebut. “Tidak ada pemiliknya di sini,” ucapnya.

Dilanjutkan Sukaji, ia mendapatkan laporan sekira pukul 13.40 Wita, dan api sudah membesar. Api juga sempat menyebrang ke bangunan di sebelahnya, namun berhasil diamankan agar segera padam dan tidak menyebar ke mana-mana, oleh tim pemadam dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau.

“Untuk korban jiwa tidak ada, kerugian itu mungkin ratusan juta,” bebernya.

Di lokasi yang sama, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Azkar, menyebutkan pihaknya menurunkan sebanyak 5 unit mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan api tersebut. “Api berhasil dipadamkan sekira 30 menit,” ujarnya.

Dijelaskan Azkar, api mudah menyebar karena bahan bangunan terbuat dari kayu. Dijelaskan Askar, api terkepung oleh bangunan yang terbuat dari beton. Dan juga pihak damkar cepat ke lokasi kejadian, sehingga api tidak bisa menyebar ke rumah warga lainnya.

“Pemadaman dan proses pendinginan, sekira satu jam, untuk korban jiwa tidak ada,” pungkasnya. (hmd/udi)