TANJUNG REDEB – Rencana perbaikan jembatan Sambaliung mendapat perhatian dari Ketua Komisi III DPRD Berau, Saga. Sebab jembatan tersebut merupakan akses satu-satunya yang menghubungkan Tanjung Redeb dengan Sambaliung dan lima kecamatan pesisir lainnya.

Saga menerangkan, saat melakukan perbaikan, tentu jembatan akan ditutup total. Sehingga perlu ada pembahasan lebih lanjut mengenai solusi agar aktivitas masyarakat tidak terganggu karena adanya perbaikan.

“Harus ada pembahasan yang matang seperti apa solusinya sebelum jembatan tersebut diperbaiki. Apakah kita memakai kapal LCT, seperti yang pernah terjadi di Kutai Kartanegara atau seperti apa?” ujar Saga, kemarin (17/5).

Dikatakannya, memang tidak bisa dipungkiri bahwa perbaikan jembatan itu juga sangat perlu diakukan. Akan tetapi, jika memang jembatan tersebut akan segera diperbaiki, maka sesegara mungkin Pemprov ataupun Pemkab menyediakan jalan alternatif yang akan digunakan masyarakat. “Jalan alternatif menurut saya harus segera ditentukan dalam waktu dekat ini. Sehingga saat perbaikan dilakukan, maka kita sudah tahu jalan mana yang akan dilalui oleh masyarakat jika ingin ke Kecamatan Sambaliung dan lima kecamatan lainnya,” jelasnya.

Yang penting menurutnya adalah kendaraan yang bermuatan sembako dan kebutuhan bahan makanan menuju wilayah pesisir Selatan jangan sampai terhambat. Karena jika ada hambatan, maka yang terjadi terjadi harga sembako di pesisir mengalami kenaikan. “Jangan sampai ada oknum yang mengambil kesempatan untuk menaikan harga saat jembatan diperbaiki. Jadi saya juga meminta kepada Pemkab Berau untuk mengawasi hal ini,” tegasnya.

Bukan kepada Pemkab Berau saja, karena perbaikan jembatan ini dilakukan untuk kebaikan semua, Saga juga meminta kepada masyarakat untuk mendukung dan dapat bersabar hingga dapat kembali dipungsikan. “Sambil pemerintah mencarikan solusi, masyarakat harus bisa sabar. Apalagi perbaikan jembatan merupakan kepentingan kita bersama. Terlebih jembatan sudah tergolong tua,” imbuhnya.

Sebelumnya, Bupati Berau Sri Juniarsih menyebutkan, perbaikan jembatan yang akan dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum Kaltim, harus lebih dulu mencari akses alternatif sebagai pengganti akses jembatan Sambaliung. “Kami (Pemkab Berau, red) diminta mencari jalan alternatifnya,” terangnya.

Untuk akses alternatif tersebut, pihaknya sudah memiliki opsi. Namun bukan melalui akses darat. Melainkan menyeberangi Sungai Kelay. Melalui Jalan Diponegoro menyeberang ke Jalan Limunjan, Kecamatan Sambaliung.  “Penyeberangan nanti memaki kapal LCT (Landing Craft Tank) selama jembatan diperbaiki,” katanya.

Berapa lama jembatan ditutup total? Juniarsih belum bisa memastikannya. Termasuk apakah kendaraan yang akan menyeberang menggunakan LCT dikenakan biaya atau digratiskan. “Nanti kita rapatkan bersama instansi terkait,” jelasnya.

Diharapkannya, perbaikan jembatan tersebut bisa segera dilaksanakan dan diselesaikan tepat waktu. “Semoga pengerjannya nanti cepat, sehingga masyarakat tidak lagi susah untuk menyeberang,” harapnya. (aky/har)