Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, melalui Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Tanjung Redeb, memberikan pembekalan guna meningkatkan keterampilan dan kecakapan nelayan-nelayan di Bumi Batiwakkal – sebutan Kabupaten Berau.

////////////

SEBANYAK 100 nelayan dari beberapa kecamatan, memilih untuk menghentikan aktivitas melautnya untuk sementara. Bukan karena ingin beralih mencari pekerjaan lain, tapi 100 nelayan tersebut justru ingin meningkatkan keterampilan dan kompetensinya di bagian mesin dan geladak kapal. Agar para nelayan tersebut dapat memahami dan mengerti tentang keselamatan jiwa dalam pelayaran di laut.

Ya, ratusan nelayan tersebut, kemarin (25/5) mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pemberdayaan Masyarakat, Basic Safety Training-Kapal Layar Motor (BST-KLM) dan Surat Keterangan Kecakapan (SKK) 60 Mil, yang digelar KUPP Tanjung Redeb bekerja sama dengan Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Barombong, Makassar, di Hotel Pulau Derawan, Tanjung Redeb.

Dijelaskan Wakil Direktur III Poltekpel Barombong, Rachmat Tjahjanto, para nelayan akan mengikuti Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) BST-KLM yang digelar hingga Senin (30/5) nanti. Dalam diklat selama enam hari itu, para nelayan akan diberikan pembekalan yang bertujuan untuk meminimalisasi risiko saat melakukan pelayaran di laut, yang disampaikan oleh para pengajar dari Poltekpel Barombong. “Nantinya, setelah mengikuti pelatihan selama 6 hari ini, para nelayan akan mendapatkan Surat Keterangan Kecakapan (SKK) 60 Mil,” jelasnya saat membuka DPM BST-KLM kemarin.

Rachmat melanjutkan, diklat yang digelar sangat relevan. Sebab Kabupaten Berau memiliki potensi pelayaran yang cukup luas. Sehingga DPM yang digelar, menjadi salah satu bagian dari wujud negara hadir bagi masyarakat. Selain dalam bentuk pembangunan infrastruktur, pemerintah menghadirkan pendidikan dan pelatihan pemberdayaan masyarakat. Hal ini juga merupakan Program Strategis Nasional (PSN).

Program DPM yang digelar memiliki beberapa target sasaran. Di antaranya adalah untuk peningkatan keselamatan keamanan dan pelayanan transportasi melalui diklat keselamatan transportasi, untuk para operator dan regulator di daerah dan wilayah, serta masyarakat umum.

Menurutnya, program tersebut juga menjadi salah satu upaya pemerintah dapat meningkatan sumber daya manusia di bidang pelayaran, khususnya bagi nelayan. Dengan cara memberikan dan melaksanakan pelatihan serta latihan secara gratis kepada masyarakat, khususnya nelayan.

“Melalui kegiatan diklat ini, akan memberikan kontribusi yang luas terhadap program pemerintah. Dalam meningkatkan keterampilan dan kompetensi nelayan dalam pelayaran di laut. Itu dibuktikan dengan memiliki sertifikat kecakapan,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala KUPP Kelas II Tanjung Redeb Hotman Siagian mengatakan, DPM angkatan XIV Poltekpel Barombong yang digelar tahun ini, merupakan yang pertama dilaksanakan di Berau.

Dikatakan, pelaksanaan diklat menjadi salah satu bukti keseriusan KUPP Tanjung Redeb dalam meningkatkan keselamatan dan keterampilan para nelayan, melalui kerja sama selama dua tahun dengan Poltekpel Barombong yang ditandai dengan penandatanganan MoU atau nota kesepahaman.

Diharapkannya, melalui diklat tersebut, dapat meningkatkan profesionalitas, kompetensi, dan safety di laut bagi para pelaut dan nelayan, khususnya di wilayah pesisir Kabupaten Berau.

“Kegiatan ini sangat penting, melihat luasnya wilayah perairan di Kabupaten Berau, khususnya wilayah kerja KUPP Kelas II Tanjung Redeb,” ujar Hotman.

Hotman menyebutkan, dirinya sangat mengapresiasi dan mengharapkan agar kegiatan ini berjalan lancar dengan tetap menerapkan aturan protokol kesehatan.

Hotman menjelaskan, selama enam hari pelaksanaan diklat, para nelayan akan mendapatkan pembelajaran, baik secara teori maupun praktik. Diklat yang digelar tidak dipungut biaya alias gratis,  dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para nelayan di wilayah Kabupaten Berau.

“Makanya, kami juga berpesan dan mengingatkan agar para nelayan dalam bekerja di atas kapal, supaya terus memperhatikan maupun memprioritaskan aspek keselamatan pelayaran di atas kapal,” imbuhnya.

“Semoga melalui diklat ini, pengetahuan atau ilmu yang telah diterima para peserta, dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para nelayan. Ilmu yang didapat kiranya dapat diterapkan dalam tugas dan kegiatan di lapangan, dalam mewujudkan keamanan dan keselamatan pelayaran,”sambungnya.

Sementara itu, salah satu peserta, Hepny, mengatakan dirinya sangat berterima kasih kepada KUPP Kelas II Tanjung Redeb dan Politeknik Pelayaran Barombong, yang telah menggelar kegiatan ini. Melalui diklat yang gratis ini, masyarakat, khususnya para nelayanan dapat terbantu untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan sertifikat.

“Saya dan teman-teman peserta diklat sangat mendukung, semoga ke depannya teman-teman yang lain, yang belum dapat mengikuti, juga dapat kesempatan mengikuti diklat seperti ini pada gelombang berikutnya,” harapnya. (*/udi)