TANJUNG REDEB – Kapolres Berau AKBP Anggoro Wicaksono, memberi atensi khusus pada penanganan kasus asusila dan perlindungan.

Sebab dalam kurun dua bulan, aparat kepolisian sudah menangani tiga kasus asusila dengan korban anak di bawah umur.

"Sampai kapan kasus seperti ini terus terjadi, sangat memprihatinkan,” keluhnya.

“Kami akan tegas terhadap pelaku yang sudah sangat tega melakukan hal tersebut," sambungnya.

Anggoro menjelaskan, tidak semua kasus pelecehan seksual terhadap anak mencuat ke permukaan. "Memang mungkin ada kasus yang lebih banyak lagi yang tidak terungkap, karena korban atau pihak keluarga korban malu melaporkan ataupun ada ancaman" ujarnya.

Padahal menurutnya, Polres Berau melalui Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), memiliki kode etik yang akan melindungi informasi pelapor, korban, ataupun pihak keluarganya. Termasuk tidak mengungkapkan identitas dan alamat lengkap korban. "Kami melindungi semua informasi mengenai korban maupun keluarga korban, sehingga jika memang menjadi korban silakan melapor, kami pastikan identitas kami sembunyikan," ungkapnya.

Sebab, selain akan memberikan hukuman atau sanksi kepada pelaku, korban juga akan mendapatkan layanan konseling dan pendampingan untuk pemulihan trauma. Karena korban perkosaan, pelecehan seksual, bisa mengalami trauma hingga dewasa. Diharapkan dengan dampingan konseling untuk pemulihan trauma tersebut, bisa membantu korban sedikit demi sedikit lepas dari rasa trauma dan efek lainnya. “Nanti akan selalu kita lakukan pendampingan hingga korban benar-benar sembuh,” jelasnya.

Oleh karena itu, ia meminta kepada masyarakat terutama pihak keluarga, agar tidak segan melaporkan apabila menjadi korban pelecehan seksual.

Dari beberapa kasus yang ditangani saat ini, pelaku kebanyakan merupakan orang dekat korban. "Ini yang menjadi kesulitan tersendiri dalam mencegah jatuhnya korban kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, karena pelaku merupakan orang terdekat. Oleh karena itu, kepastian hukum terhadap pelaku menjadi salah satu upaya memberikan efek jera," jelasnya.

Tingginya ancaman hukuman terhadap pelaku diharapkan menjadi perhatian masyarakat, sehingga tidak coba-coba menjadi ‘predator’ terhadap anak. “Tidak segan-segan, akan kita tindak tegas pelaku asusila seperti itu,” tandasnya. (aky/udi)