TANJUNG REDEB – Amrol yang berada di Jalan H Isa III, Tanjung Redeb, mendapat sorotan sejumlah pihak. Pasalnya, penempatannya dianggap kurang tepat, apalagi posisinya berada di badan jalan.

Seperti disampaikan Nasrul, tokoh pemuda Berau yang juga Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Berau. Dikatakannya, seharunya Amrol tersebut tidak berada di tempat yang sering dilalui masyarakat. “Selain menganggu arus lalulintas, TPS yang berada di Jalan H Isa III itu juga merusak pemandangan perkotaan,” ujarnya kepada Berau Post, Kamis (26/5).

Menurutnya, Pemkab Berau melalui instansi terkait harus lebih jeli lagi melihat kondisi di lapangan. Apakah lokasi tersebut layak untuk dijadikan tempat pembuangan sampah atau tidak. “Bahkan saya sering melihat sampai siang hari sampah yang ada di Amrol tersebut masih penuh, belum diangkut oleh petugas,” katanya.

Sehingga dirinya meminta kepada Pemkab Berau agar bisa mengkaji ulang penempatan Amrol di lokasi tersebut. Bila perlu dipindahkan ke lokasi yang jarang dilalui masyarakat. “Karena aroma sampah yang dikeluarkan juga sangat menganggu kenyamanan. Maka dari itu saya menyarankan segera dipindah," jelasnya. "Saya juga meminta sosialisasi terkait waktu pembuangan sampah bisa dilakukan lagi. Karena tidak bisa dipungkiri meski sudah ada aturan untuk waktu membuang sampah, tetapi masih banyak oknum masyarakat yang membuat sampah tidak sesuai waktu yang ditentukan,” imbuhnya.

Sebelumnya, untuk menciptakan lingkungan yang bersih, Bupati Berau Sri Juniarsih, meminta kepada lurah dan RT agar bisa kembali melaksanakan kegiatan Jumat Bersih. Dimana hal tersebut sudah sempat dilakukan. Akan tetapi menurutnya saat ini hanya beberapa wilayah saja yang masih melaksanakan kegiatan tersebut. “Tidak kalah penting saya meminta semua wilayah bisa melaksanakan kegiatan Jumat bersih lagi, karena itu juga sangat penting untuk meningkatkan kebersihan,” tegas dia.

Selain untuk memperindah kota, banyaknya sampah ini juga menjadi faktor terjadinya genangan air. Salah satunya yakni sampah plastik yang banyak terlihat di drainae, sehingga mengakibatkan saluran air terhambat. “Jika kita lihat sampah plastik masih mendominasi di drainase yang mengakibatkan drainase menjadi buntu,” sambungnya.

Bupati juga meminta kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memperhatikan kebersihan kota dan dapat kembali menghidupkan kegiatan Jumat bersih. “Sudah menjadi momentum yang tepat agar Jumat bersih ini bisa segera berjalan,” ujarnya. (aky/har)