TANJUNG REDEB – Assisten I Setkab Berau, Hendratno, memimpin rapat evaliasi penguatan capaian vaksinasi Covid-19, pada Jumat (27/5) sekira pukul 09.00 Wita. Dalam rapat tersebut, ada beberapa hal yang harus dievaluasi.

Ditemui usai memimpin rapat, Hendratno mengatakan, beberapa evaluasi yang disampaikan pada rapat yakni berkaitan dengan vaksinator di lapangan. Saat ini petugas dari Dinas Kesehatan juga sedang bertugas memberikan vaksin rubella kepada anak. Selain itu petugas juga sedang bersiaga agar kemunculan hepatitis misterius tidak menyerang anak-anak di Kabupaten Berau..

"Pemberian vaksin lengkap harus segera dilakukan. Makanya penjadwalan harus dikondisikan lagi," ucapnya.

Selain itu, Surat Keputusan (SK) bupati terkait dengan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 kabupaten juga menjadi catatan. Karena hingga saat ini SK tersebut belum juga diterbitkan. "Dalam kondisi tertentu kita bisa saja melakukan pergerakan terlebih dahulu sebelum menyelesaikan administrasi. Tapi pada akhirnya semua harus diselesaikan," sambungnya.

Juga terdapat temuan bahwa adanya data ganda yang tercatat sehingga menaikan jumlah persentase capaian vaksinasi Covid-19. Tetapi dirinya mengaku tidak terlalu mengambil pusing terkait data ganda tersebut. Karena yang terpenting adalah bekerja maksimal menyalurkan vaksin mengingat hal ini berkaitan dengan menyelamatkan nyawa masyarakat. "Capaian vaksin kita untuk dosis pertama sudah di atas 100 persen," tuturnya.

Ia menambahkan, vaksin booster kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) beserta keluarganya juga menjadi fokus ke depan."Nanti akan ada sanksi, tapi dilihat lagi apa alasan ASN menolak menerima vaksin," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Iswahyudi menjelaskan, capaian vaksin per kecamatan sudah cukup bagus. Yang terendah capaiannya yakni Kecamatan Pulau Derawan, kemudian Sambaliung. "Tapi sambaliung itu rendah bukan karena tidak ada vaksin, tapi banyak warga Sambaliung yang divaksin di Tanjung Redeb," ucap Iswahyudi.

Berdasarkan data yang dimiliki Dinkes Berau, capaian vaksinasi Covid-19 sudah lebih dari 100 persen untuk vaksin dosis pertama, vaksin dosis dua mencapai 83 persen dan vaksin booster sudah 27 persen. Dirinya menyebut, vaksin booster agak sulit untuk direalisasikan karena beberapa waktu lalu vaksin booster digunakan sebagai syarat perjalanan, sehingga orang berbondong-bondong melakukan vaksin, tapi ketika peraturan tersebut dicabut, maka banyak orang yang mengurungkan niatnya untuk melakukan vaksin booster.

"Jadi masyarakat tidak bisa dipaksa karena tubuh adalah hak setiap individu," tuturnya.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Thamrin menjelaskan, terkait dengan pembentukan SK bupati, pihaknya telah mengusulkan sejak Februari lalu. Namun hingga kini surat tersebut belum diterbitkan. "Kami tidak tahu juga kendalanya apa di Bagian Hukum. Nanti akan kami rapatkan," jelasnya.

Di sisi lain, Satgas Covid-19 harus tetap bergerak melakukan penanganan pandemi. Diakuinya saat ini pihaknya masih memiliki sejumlah tanggungan yang belum terbayarkan saat melakukan operasi yustisi beberapa waktu lalu.

"Saat ini kami masih banyak hutang. Terus terang saja banyak hutang untuk operasional. Personel belum kita bayar, anggaran kita belum tahu turunnya," tandasnya. (hmd/har)