SAMARINDA - Anggota DPRD Kaltim Rusman Ya'qub, menilai daya saing provinsi Kalimantan Timur masih lemah, sehingga perlu evaluasi dan pembenahan dari berbagai aspek termasuk Sumber Daya Manusia (SDM).

Ketua Bapemperda itu menyebutkan, dari segi infrastruktur perlu pemerataan termasuk sarana dan prasarana pendidikan. Tak hanya itu, kesempatan kerja yang sampai hari ini berdasarkan hasil survei BPS juga menjelaskan kalau tingkat pengangguran terbuka Kaltim tertinggi di Pulau Kalimantan.

Pengangguran terbuka mayoritas dari lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA). Hal ini dikarenakan kalau dilihat lulusan SMA hanya mengantongi ijazah kelulusan, padahal yang dibutuhkan dunia industri juga sertifikasi keahlian.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, maka prodi-prodi pendidikan harus di-upgrade. Selain itu, tidak kalah pentingnya semangat juang juga harus lebih ditingkatkan karena dinilai sejauh ini masih rendah.

"Anak-anak ku sekalian Anda harus mempersiapkan diri dari sekarang, tidak hanya pengetahuan, tetapi juga mental dan semangat juang. Sebab dengan itu akan mampu bersaing dengan tenaga kerja dari luar Kaltim," pesan Rusman, ketika memaparkan materi pada Seminar Nasional di Auditorium Untag Samarinda, Rabu (23/11).

"Kita tidak bisa melarang tenaga kerja dari luar untuk datang ke IKN atau Kaltim, solusinya ada pada diri kita masing-masing. DPRD Kaltim pada Tahun 2023 akan membuat raperda tentang perlindungan tenaga kerja lokal sebagai bentuk kepedulian kepada warga lokal," tambahnya.

Ditambahkan Rusman, bahwa perkembangan teknologi dan informasi sudah tak dapat dibendung, ini mengakibatkan banyak tenaga kerja manusia digantikan oleh mesin. Ini juga menjadi tantangan dalam mengembangkan kreativitas.(adv/dprdkaltim/sam)