TANJUNG REDEB - Berdasarkan hasil kajian teknis kondisi jembatan sudah kritis, sehingga untuk keselamatan pengguna jalan maka pekerjaan perbaikan Jembatan Sambaliung harus segera dilaksanakan.

Rencananya penutupan arus lalu lintas yang melewati jembatan akan dimulai pada 1 Desember nanti, sampai dengan pekerjaan perbaikan selesai dan jembatan dapat difungsikan kembali yang diperkirakan selama empat bulan. Hal ini sesuai surat Kepala Dinas Pekeriaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Provinsi Kalimantan Timur, Fitra Firnanda. 

Dalam surat tersebut, disampaikan sehubungan dengan pelaksanaan paket pekerjaan perbaikan Jembatan Sambaliung, sesuai kontrak dengan PT Maluang Prima dengan nomor kontrak 603/094/PPKom-BM/KONT/JBT.SMBLI/VI/2022 tanggal 15 Juli 2022, disampaikan bahwa penyiapan jalan alternatif atau dermaga sementara (jetty) telah selesai dikerjakan. Seperti telah disampaikan melalui surat Kepala Dinas Pekeriaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Provinsi Kalimantan Timur, Nomor 630/2913/BM-KASI JBT, tanggal 24 Oktober 2022, perihal Informasi Kesiapan Pelaksanaan Perbaikan Jembatan Sambaliung I.

“Sarana pendukung lampu penerangan dermaga sementara dan life jacket sudah siap sebelum dilakukan penutupan,” tulisnya dalam surat DPUPR perihal pemberitahuan pelaksanaan perbaikan Jembatan Sambaliung I. 

Kepala DPUPR Berau menyambut baik perihal surat edaran tersebut, untuk memulai perbaikan Jembatan Sambaliung ini. Diakuinya, pelaksanaan tahun tunggal hanya tinggal menghitung hari saja lagi. Artinya berprogres hingga tahun 2023. Menurut informasi kepastian tiga bulan bisa diselesaikan. 

“Tinggal nanti kesiapan LCT kita saja lagi. Kita ini daerah, kepala daerah punya hal diskresi sama-sama kondisi seperti ini mau tidak mau itu lah pilihan,” jelas Taupan. 

Menurut pandangannya, kesiapan dari pihak ketiga saja lagi, terhadap komitmennya untuk membantu menyediakan LCT. Dengan adanya edaran tersebut tentu sudah memang harus jalan bersama-sama dan sudah menjadi komitmen untuk mendukung percepatan perbaikan Jembatan Sambliung tersebut. 

“Beban kendaraan memang sudah seharusnya dibatasi dan tidak boleh lagi melewati jembatan itu mestinya,” tegasnya. (mar/udi)